Jumat, 05 April 2013

Jurnal Perekonomian Indonesia



Nama                    : Mochammad Fadhli
Kelas                     : 1EB07
Npm                      : 25209612

JURNAL PEREKENOMIAN INDONESIA

Setelah kita pelajari tentang sejarah ekonomi Indonesia serta beberapa hukum - hukum ekonomi Indonesia yang telah kami tulis pada artikel sebelumnya, kini kami akan mengajak anda untuk sama - sama mengetahui sebuah rangkuman jurnal ekonomi di negara kita yang terjadi pada tahun 2012 yang lalu.
Seperti yang tercatat bahwa kondisi ekonomi Indonesia dalam jurnal ekonomi di tahun 2012 menunjukan pertumbuhan stabil di tengah perekonomian dunia yang lesu. Beberapa sektor ekonomi cukup menggeliat dan bergerak maju seiring dengan membaiknya iklim investasi yang terjadi di pasar. Walaupun semua sektor perekonomian Indonesia menunjukan peningkatan dan perkembangan yang positif, namun ada berbagai hal yang perlu menjadi catatan agar dapat diwaspadai dan akan menjadi kendala di beberapa tahun ke depan jika tidak segera diatasi permasalahannya.
Salah satu catatan merah tersebut adalah semakin tingginya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia, ternyata tidak bisa menekan jumlah utang luar negeri Indonesia yang masih terbilang tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, total utang pemerintah Indonesia sampai dengan November 2012 mencapai Rp. 1.990,66 triliun, padahal utang Indonesia tahun 2011 hanya Rp. 1.7544,9 triliun.
Selain masalah utang, kisruh yang terjadi antara buruh yang menuntut upah yang tinggi hingga memboikot industri dan mematikan operasi pabrik di yakini bisa mempengaruhi keputusan luar negeri yang akan investasi di Indonesia. Hal ini mestinya segera diatasi dan mengambil jalan tengah yang menguntungkan agar perekonomian Indonesia tidak terganggu di tahun 2013 ini. Untuk melihat tinjaun perekonomian Indonesia di tahun 2012, sebaiknya kita meninjau jurnal ekonomi Indonesia di tahun 2012 berikut ini.
Selain hambatan yang menjadi masalah internal dalam perekonomian Indonesia di tahun 2012 seperti yang disebutkan di atas, hambatan eksternal yang terjadi akibat dari pengaruh perekonomian dari luar pun menjadi hambatan perekonomian Indonesia di tahun 2012. Iklim ekonomi yang lesu serta krisis yang masih hinggap di Amerika dan Uni Eropa sebagai salah satu patner utama Indonesia dalam perdagangan dunia, juga menjadi salah satu hambatan dalam perkembangan ekonomi yang termuat dalam laporan jurnal ekonomi Indonesia.
Walaupun mengalami mengalami hambatan baik dari faktor eksternal dan internal seperti yang sudah disebutkan di atas, Indonesia juga mencatat pencapaian yang cukup dalam pertumbuhan perekonomian negara Indonesia di tahun 2012.
  • Jika di hitung dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II - 2012 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 2,8 persen, hal ini mencapai pencapaian peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan pencapaian pada triwulan yang sama tahun 2011 yang lalu.
  • Sektor Industri pengolahan, pertanian, perdagangan, hotel serta restoran berurutan menyetor PDB triwulan II - 2012 dengan rate tertinggi dengan kontribusi sekitar 23,5 persen, 14,8 persen, dan 13,8 persen.
  • Besaran PDB menurut dasar harga berlaku pada triwulan II - 2012 mencapai kisaran Rp. 2.050,1 triliun.
Itulah beberapa diantara kendala, hambatan serta catatan pertumbuhan laporan jurnal ekonomi Indonesia di tahun 2012 yang dapat kami rangkum di sini. Di dalam Jurnal perekonomian tahun 2013, Indonesia akan menghadapai tantangan untuk terus bertahan dan meningkatkan perekonomian yang semakin besar, hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan dan persaingan kompetisi di pasar ekonomi dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar